Akan Seperti Apa Real Madrid Bersama Santiago Solari?

Banyak pihak yang berharap akan kehadiran Santiago Solari di Real Madrid. Dengan kehadirannya menjadi pelatih secara permanen, Solari diharap mampu membuat Madrid move on dari bayang-bayang Zidane dan Ronaldo. Apalagi, strategi terakhirnya juga berhasil membuat Real Madrid  on the track dengan kemenangan beruntunnya.

Flashback Ke Tahun 2015

Langkah berani pun akhirnya dibuat oleh Real Madrid dengan menjadikan mantan gelandang Madrid di era 2000-an ini menjadi pelatih kepala permanen. Solari akhirnya resmi diikat dengan kontrak selama tiga tahun. Pasalnya, saat masih menjadi pelatih interim, Solari berhasil meraih empat kemenangan beruntun atas Real Madrid sehingga membuat Florentino Perez dan direksi klub yakin bahwa Solari-lah yang cocok menggantikan Julen Lopetegui, meski Antonio Conte sempat diisukan menjadi pengganti Lopetegui di Santiago Bernabeu.

Akibat dari penunjukan Solari ini membuat fans Madrid flashback ke Januari 2015 dimana saat itu, Madrid memecat Rafa Benitez dan akhirnya menunjuk Zinedine Zidane yang meski legendaris, namun belum memiliki banyak pengalaman dalam melatih. Karena pasalnya, Solari dan Zidane dianggap mirip karena keduanya adalah mantan pemain di Madrid Castilla sebelum akhirnya naik pangkat ke tim senior.

Namun, ternyata tak hanya itu, keduanya dianggap memiliki karisma dan wibawa yang jarang dimiliki oleh pelatih pada umunya. Seperti pada beberapa kesempatan, Solari beberapa kali menunjukan aura dan wibawa seperti Zidane. Bagaimana cara bicaranya yang lugas dan lurus, tak ayal seperti Zidane. Bahkan saat membahas pemain yang dipinggirkannya seperti Keylor Navas dan Isco, Solari tak sungkan untuk memuji dan membanggakannya.

Miliki Awal yang Bagus

Tak seperti pelatih sebelumnya, Lopetegui, Solari terlihat lebih banyak tersenyum dalam pers ataupun saat berjumpa timnya yang sedang berlatih dan bertanding. Solari terlihat sangat yakin dengan kemampuannya, itulah yang membuatnya istimewa. Sebagaimana ia mampu memenangi Liga Champions di tahun 2002 bersama Zidane, bersama itu pula ia mampu mendapat respek dari pemainnya.

Beberapa waktu lalu Sergio Ramos pernah mengatakan, “Anda tentu sudah tau seperti apa tipe pelatih pemenang togel sydney di klub ini. Manajemen di ruang ganti jauh lebih penting dibandingkan dengan pengetahuan taktik.”Sayangnya, apa yang Ramos nyatakan tak dimiliki oleh Benitez dan Lopetegui. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kedua pelatih itu memiliki otak sepakbola yang hebat nan cemerlang. Sayang Benitez hanya mampu bertahan setengah musim, sementara Lopetegui hanya 14 pertandingan.

Solari memang belum sepenuhnya teruji. Karena hanya dengan mendengar namanya, kita dapat men-judge bahwa ia belum layak untuk melatih tim besar sekelas Madrid. Namun nyatanya, sejumlah revolusi telah diam-diam dihadirkan oleh Solari. Seperti Vinicius Junior yang mulai muncul ke permukaan. Karim Benzema pun kembali dibuat produktif melalui empat gol yang dicetak selama Solari datang. Solari bahkan berani menyingkirkan Isco sementara sebagaimana yang kita ketahui bahwa Isco merupakan pemain kesayangan Lopetegui.

Meski empat pertandingan beruntun ini hanya melawan tim medioker, namun tak ayal dianggap sebagai awal yang bagus bagi kebangkitan moral pemain Madrid. Namun ada hal yang mengganjal Solari. Sebagaimana kehilangannya Madrid atas apa yang ditinggalkan Christiano Ronaldo. Zidane dianggap beruntung karena sempat merasakan kehadiran Ronaldo yang meski singkat namun terkenang selamanya. Tapi seharusnya, dengan fondasi skuat yang stabil kehilangan Ronaldo harus dengan mudah diatasi oleh Solari.

Sekarang, krisis awal pun telah selesai. Selanjutnya Solari diharapkan mampu memimpin Madrid dalam ujian-ujian berat nan menantang dalam tiga tahun kedepan. Semoga Solari bisa membawa Real Madrid ke puncak kesuksesan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Zidane. Harapan ini tentu diamini oleh banyak fans El Real di dunia.