Polemik Plastik, Produk Alami Yang Dapat Gantikan Plastik

Kini isu plastik memang mulai digembar-gemborkan kembali.Pasalnya dari infrastruktur ke manufaktur, makanan dan minuman tak terlepas dengan plastik.Penggunaan plastik satu kali menjadi hal ketergantungan kita terhadap plastik tersebut.namun, saat ini banyak ahli yang mengalihkan fokus tersebut ke arah yang lebih ramah lingkungan. Alternatif tersebut seperti isolasi ganggang, substitusi polimer yang terbuat dari tepung tanaman hasil fermentasi jagung ataupun tepung.

Produk Alternatif Pengganti Plastik

Seperti yang dilansir dari Detik News, dari adanya alternatif tersebut yang membendung penggunaan plastik, bisa mengambilkan nutrisi ke bumi dan mengimbangi emisi karbon. Inilah ulasan dari bahan-bahan alami tersebut:

  1. Wol batu

Alkameia khusus diperlukan untuk mengubah sumber daya dunia yang sangat berlimpah menjadi sesuatu yang utilitas dan berkelanjutan.Wol batu sendiri berasal dari batuan beku alami setelah lava mendingin.Kemudian ada bahan produk sampingan pembuatan baja yang dikenal sebagai terak.Lantas zat ini dicairkan bersama dan dipintal membentuk serat.Serat inilah yang nantinya sedikit menyerupai permen.

Berbeda dengan fiberglass yang dibuat dari bahan kaca daur ulang atau plastik berbusa yang mana bahan konduktif untuk memblokir pemindahan panas di loteng, atap maupun ruangan yang rendah.Wol batu dapat direkayasa sedemikian rupa menjadi properti yang unik. Bahan ini juga bisa memiliki ketahanan api, akustik dan termal, daya tahan air, dan tahan dalam cuaca ekstrem. Para arsitektur dan desainer mulai tertarik dengan batu wol yang sadar lingkungan taruhan bola online dan mencari bahan berkelanjutan, hemat, dan estetika.

  1. Mycotecture

Bahan alami selanjutnya yaitu Jamur.Ternyata jamur tidak hanya enak untuk dikonsumsi tetapi juga bisa digunakan untuk bahan pengganti dari polystyrene, kemasan pelindung, isolasi, akustik, furnitur, bahan akuatik.Selain itu, ternyata jamur bahkan bisa digunakan untuk pengganti barang-barang kulit.

Perusahaan yang sedang menguji cobanya yaitu Mycowork yang terdiri sekumpulan insinyur dan ilmuwan kreatif mengekstraksi jaringan vegetatif jamur dan memadatkannya menjadi struktur baru.Jamur juga dipakai untuk mengkurasi seperti karet ataupun gabus. Perusahaan lainnya seperti Evocative design yang beroperasi di New York menggunakan miselium sebagai pengikat panel kayu dan digunakan sebagai kemasan tahan api.

  1. Batu Bataurin

Semen sebagai bahan utama beton ternyata menyumbangkan sebesar 5% emisi karbondioksida di dunia.Oleh karena itu para peneliti sedang mencari alternatif yang tidak terlalu intensif energi.Seperti batu bata yang dibuat dari butiran sisa pembuatan bir.Beton ini mencontoh halnya yang dulu ada di romawi Kuno.Roma membuat beton dengan mencampurkannya kapur dengan batu vulkanik untuk martor.

  1. Papan Partikel yang lebih hijau

ternyata furnitur yang hampir di seluruh dunia tidak berada pada jajaran bangunan hijau. Pasalnya paparan partikel ini terbuat dari bahan serpihan kayu dan resi yang dikompresi dan dilapisi menggunakan lem yang mengikat serat tersebut mengandung bahan formaldehida.Bahan kimia tersebut tidak berwarna, mudah terbakar, dan berbau yang mengakibatkan iritasipernapasan dan karsinogen. Jadi bisa saja rak-rak lemari yang ada di dalam rumah secara diam-diam mengeluarkan has ke udara.

Salah satu perusahaan NU Green menggunakan bahan yang 100% terbuat dari serat kayu daur ulang yang disebut sebagai uniboard. Uniboard ini secara tak langsung dapat menghemat pohon dan pembuangan sampah.Selain itu, bahan ini juga meghasilkan gas rumah kaca lebih sedikit daripada bahan umum lainnya. Hal itu karena Uniboard melopori penggunaan serat dari batang jagung dan hop yang tidak terkandung bahan resin formaldehida tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *