Adipati Dolken-Chelsea Islan Main Film ‘SANG HALOBAN’

Geliat industri film Tanah Air memang mulai menuju ke arah yang membanggakan sejak tahun 2016. Semakin tahun, jumlah layar bioskop dan penonton pun meningkat sehingga membuat para sineas merilis film-film dengan genre berbeda. Tak hanya dikuasai oleh film drama cinta atau horor, sekarang para sineas Indonesia tak ragu membuat film-film yang mengusung budaya dan adat daerah dengan kemasan yang berkualitas.

 

Terbaru, SANG HALOBAN akan menjadi film nasional produksi lokal yang memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia. Tak main-main, film yang digagas Frida Siska ini menggaet sepasang aktor-aktris muda yang kini tengan digandrungi penggemar film Indonesia, Adipati Dolken dan Chelsea Islan. Bergabungnya Adipati dan Chelsea dalam film yang bakal diproduksi tahun 2018 ini jelas membuatSANG HALOBAN tak bisa dipandang remeh.

 

Sebagai aktor, Adipati yang memulai kariernya di tahun 2009 ini sudah membintangi sedikitnya 23 judul film. Peraih Piala Citra kategori Aktor togel sydney Pendukung Terbaik di Festival Film Indonesia 2013 ini memang memiliki peran yang menonjol seperti Harun (SANG KIAI), Jenderal Soedirman (JENDERAL SOEDIRMAN) dan tentunya Yudhis (POSESIF). Sementara Chelsea baru jadi aktris sejak tahun 2013 tapi sudah memiliki 11 judul film dan beberapa kali didapuk sebagai pemeran utama.

 

Wisata Kepulauan Sebanyak Diperlihatkan di ‘SANG HALOBAN’

 

Mengusung cerita peradaban dan budaya, SANG HALOBAN akan syuting di kabupaten Aceh Singil dan mengangkat pariwisata kepulauan Sebanyak, kecamatan Aceh Barat. Sekedar informasi, pulau Sebanyak memiliki keindahan bahari yang tak kalah dengan Raja Ampat di Papua. Sedikitnya ada 99 pulau di kepulauan Sebanyak dengan pulau Tuanku yang jadi terbesar sekaligus lokasi desa Haloban, seperti dilansir Detik.

 

Phinemo melansir bahwa para penduduk desa Haloban termasuk salah satu dari sembilan suku tertua di Aceh setelah Aceh, Alas, Gayo, Tamiang, Singkil, Simeulue, Anuek Jamee dan Kluet. Suku Haloban punya adat istiadat dan budaya berbeda dari kebanyakan suku Aceh karena merupakan hasil percampuran budaya antara lima suku utama di pulau Sumatera yakni suku Minang, Simeulue, Nias, Batak dan Aceh sendiri.

 

Menanggapi film SANG HALOBAN, Irwan Hia selaku Kepala Desa Haloban memberikan apresiasi tinggi karena selama ini pulau Tuanku memang jarang diekspose. Kepada Kanal Aceh, Irwan menuturkan jika tim film SANG HALOBAN sudah melakukan kunjungan lokasi dan diskusi pada penduduk setempat mengenai proses syuting nantinya. “Kemungkinan lokasi syutingnya antara pulau Tailana, Balung dan lainnya. Pulau Tailana bagus, daya tariknya cukup untuk memikat wisatawan. Intinya di pulau Tuanku ini, setiap pulau sangat eksotis.”

 

Meskipun di kalangan wisatawan domestik kepulauan Sebanyak masih kurang populer, sejatinya daerah ini memiliki banyak potensi wisata luar biasa. Sebut saja pulau Tailana yang dikenal sebagai pulau tropis Indonesia. Lalu ada Ujung Lolok yang dianggap sebagai lokasi selancar bertaraf internasional dan pulau Bangkaru yang merupakan tempat persinggahan penyu langka di dunia, penyu belimbing.

 

Makin Banyak Film Nasional Usung Budaya Daerah

 

Bakal diarahkan oleh Harris Cinnamon, SANG HALOBAN akan mengikuti jejak film-film nasional lain yang mengusung budaya daerah. Bukan tak mungkin jika nantinya film nasional yang kental dengan budaya daerah bakal sukses berat seperti LASKAR PELANGI (2008) yang sempat ada di posisi teratas film Indonesia terlaris sepanjang masa selama delapan tahun lamanya sebelum akhirnya digulingkan oleh WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS PART I (2016).